Mencicipi Makanan Dengan Rempah Andaliman Khas Danau Toba

Posted by

Oleh : Chichie

Foto by Akuchichie

Siapa yang tak suka mencicipi kuliner dari suatu daerah, tentunya kuliner ini menjadi salah satu khas dari daerah yang kita singgahi. Seperti halnya jika kita singgah di daerah Danau Toba, kita akan menemukan makanan dengan bumbu khas rempahAndaliman. Ada yang sudah pernah coba sebelumnya? Tetapi Andaliman sendiri tidak asing bagi saya, karena saya sudah pernah mencoba masakan dengan menggunakan bumbu rempah Andaliman. 
Andaliman adalah bumbu masakan khas Asia yang berasal dari kulit luar buah beberapa jenis tumbuhan anggota marga Zanthoxylum (suku jeruk-jerukan). Rempah Andaliman di Indonesia hanya dikenal untuk bahan masakan orang Batak, sehingga dikenal orang luar daerah sebagai “merica batak”. Biasanya masakan yang menggunakan rempah Andaliman seperti arsik dan saksang yang selalu dimasak dengan menggunakan rempah Andaliman.

Ternyata tak hanya menjadi teman masak bagi orang Batak saja, penggunaan rempah Andaliman sebagai bumbu masak juga dikenal dalam masakan Asia Timur dan Asia Selatan. Mungkin ada yang belum tau seperti apa itu bentuk Andaliman?

Foto by Google

Ini dia penampakan Andaliman sebelum diolah sebagai bumbu masakan, jadi Andaliman ini termasuk dalam rumpun jeruk-jerukan. Biasanya penggunaan Andaliman harus dihaluskan terlebih dahulu. Andaliman bisa didapatkan di pasar tradisional jika ingin membeli dalam keadaan utuh atau sudah dalam bentuk bumbu yang halus siap olah ataupun dalam bentuk pasta.
Lalu bagaimana masyarakat diluar Sumatera Utara bisa mengenal Andaliman? Ternyata banyak hal yang dilakukan untuk terus mengenalkan bumbu rempah Andaliman ini ke masyarakat. Bahkan bumbu rempah Andaliman ini sudah dikenal dibeberapa negara tetangga.

Hari Sabtu kemarin 6 April 2019 saya berkesempatan menghadiri acara “Andaliman Cita Rasa Danau Toba” bersama Yayasan DR. Sjahrir dengan narasumber:

  • Dr. Amanda Katili Niode (Omar Niode Foundation)
  • Dr. Wan Hidayati, MSi (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumatera Utara)
  • Marandus Sirait (Yayasan Taman Eden 100)
  • Ir. Murni Titi Rosdiana, MBA (Kantor Utusan Khusus Presiden bidang Pengendalian Perubahan Iklim)

Dan tentunya acara ini dimoderatori oleh Amril Taufik Gobel. Tidak hanya berbincang mengenai Andaliman saja, tapi disini juga menjual beberapa makanan yang menggunakan bumbu rempah Andaliman. 

Mengangkat Citra Andaliman

Ibu Amanda Katili Niode, Foto by Akuchichie

Sebagai salah satu bumbu rempah khas Danau Toba, Andaliman menjadi salah satu bumbu rempah yang selalu digunakan oleh mayarakat Batak. Lalu bagaimana mengangkat citra Andaliman? Bersama ibu Amanda Katili yang hari itu bercerita mengenai penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, pemulihan ekosistem dan inklusivitas.

Makanan dengan menggunakan bumbu rempah Andaliman ini sudah sempat mampir ke Poland pada bulan Desember 2018 lalu. Berbagai aneka menu disajikan dengan menggunakan Andaliman dan ternyata banyak disukai oleh para tamu di Poland saat itu.

Geopark Kaldera Toba

Ibu Wan Hidayati, Foto by Akuchichie

Horas!! Begitu pembuka dari ibu Wan Hidayati saat acara diskusi mengenai Andaliman kemarin di Almond Zucchini Cooking Studio. Semangat ibu Wan Hidayati ini patut ditiru karena beliau sangat positif sekali dengan adanya Taman Geopark Kaldera ini. 
Seperti yang kita ketahui bahwa Danau Toba termasuk destinasi wisata di Indonesia yang patut dikunjungi oleh para wisatawan lokal dan asing. Geopark Kaldera Toba adalah hamparan luas yang terjadi dari letusan Gunung Toba. Disini tempat bermukim dan berkembangnya raja Batak beserta keturunannya, beserta peninggalan sejarah adat dan budaya yang merupakan Geosite Pusuk Buhit di Geopark Kaldera Toba.
Geopark menjadi tujuan wisata dan pertanian berbasis geopark, jika kerusakan lingkungan bisa dihentikan. Sehingga bisa menjadi wilayah konservasi berkelanjutan. “Jika konsep ini berjalan, akan timbul pemberdayaan masyarakat, dan sosial ekonomi.
Bagi saya yang belum pernah ke Geopark Kaldera Toba ini tentu sangat penasaran dong saat ibu Wan Hidayati menjelaskan tentang Geopark ini. Apalagi ibu Wan Hidayati percaya bahwa Geopark Kaldera Toba ini akan menjadi daya tarik untuk para wisatawan.
Andaliman dan Ekonomi Kreatif

Ibu Murni Titi Rosdiana, Foto by Akuchichie

Berbeda dengan ibu Titi yang memiliki pemikiran tentang bagaiman meembuat Andaliman tidak hanya untuk bumbu rempah saja, tetapi bisa digunakan untuk aroma sabun batang, essential oil dan lainnya yang sekiranya cocok dengan Andaliman dan bisa menghadirkan ekonomi kreatif sebagai pemasukan para UMKM di Medan. 
Andaliman juga memiliki peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, mengurangi emisi dan meningkatkan ekonomi desa. Selain itu juga harus dilakukan pengembangan produk non makanan dengan berbahan dasar Andaliman. Menurut ibu Titi banyak sekali yang bisa dilakukan untuk mebuat produk lokal khas Toba. 
Menjual Medali Emas demi Andaliman

Bapak Marandus Sirait, Foto by Akuchichie

Lain lagi kisah dari pak Marandus Sirait dari Taman Eden 100 ini mengenai Andaliman. Ia rela menjual medali emasnya hanya untuk mengembangkan tanaman Andaliman. Karena ia yakin bahwa tanaman Andaliman ini bisa menjadi pendapat ekonomi. Keyakinannya akan melestarikan Andaliman membuat saya sangat salut sekali. Apalagi sekarang ini bumbu rempah Andaliman sudah menjadi salah satu bumbu rempah khas Toba.
Tanpa disadari apa yang dilakukan oleh pak Marandus selama ini telah membantu pemerintah daerah dalam peningkatan perekonomian daerah. Ternyata itu menjadi kenyataan, sekarang banyak makanan dan bumbu yang menggunakan Andaliman.
Berbagai macam menu makanan yang bisa diolah dengan menggunakan bumbu rempah Andaliman. Yang paling saya ingat adalah saat saya mendapat tawaran untuk review sebuat makanan dengan nama Ayam Andaliman. 

Membuat Sate Lilit Bersama Chef Rahung Nasution

Chef Rahung Nasution, Foto by Akuchichie

Untuk sebagian orang tentu sudah tidak asing lagi dengan chef Rahung Nasution, yang selalu menjuluki dirinya koki gadungan. Terbukti waktu saya mengunggah instagram story di @akuchichie lalu saya banyak mendapatkan pesan melalui DM (direct message) karena mereka mengidolakan sekali chef Rahung Nasution ini.
Siang itu chef Rahung mendemokan membuat sate lilit, yang mana salah satu bahannya menggunakan Andaliman. Awalnya agak aneh tapi kalau chef Rahung yang bikin dijamin pasti enak banget deh.

Demo Masak oleh Chef Rahung Nasution, Foto by Akuchichie

Mulai dari persiapan membuat bumbu sampah pengolahan dan akhirnya siap dipanggang sate lilitnya. Tapi ternyata setelah saya coba kemarin, sate lilit dengan menggunakan bumbu rempah Andaliman memang sangat enak sekali. Saya bakalan kasih resepnya nih, biar bisa langsung eksekusi dirumah.

Sate Ikan Lilit, Foto by Akuchichie

Sate Ikan LilitBumbu yang dihaluskan:

  • 5 buah cabai rawit
  • 10 buah cabe keriting
  • 6 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 buah honje (kecombrang)
  • 2 sdt andaliman
  • 50 gram kemiri sangrai
  • 3 cm kunyit
  • 1 ukuran jempol lengkuas
  • Gram secukupnya

Bahan:

  • 500 gram daging ikan tenggiri segar
  • 50 gram kelapa parut
  • 20 batang sereh

Cara Membuat: 

  • Bumbu yang dihaluskan ditumis hingga harum
  • Daging ikan tenggiri dihaluskan dan dicampur dengan kelapa parut atau bisa menggunakan food processor atau dicincang halus
  • Ikan yang telah dihaluskan dengna kelapa parut dicampur dengan bumbu halus hingga merata
  • Adonan ikan yang telah dibumbui diambil secukupnya dan kepal-kepal, dililitkan pada batang sereh
  • Sate ikan siap dipanggang atau digril di wajan hingga berubah warna dan matang.
Nasi Goreng Bumbu Tombur, Foto by Akuchichie

Dari sekian menu yang ada dan mebuat saya penasaran yaitu Nasi Goreng bumbu Tombur, kalau ini untuk pertama kalinya saya cobain. Apalagi diatasnya ada taburan ikan teri yang sudah siap disantap. 
Bumbu yang dihaluskan:

  • 5 buah cabai rawit
  • 10 buah cabai keriting
  • 6 siung bawang putih
  • 3 siung bawang putih
  • 2 sdt andaliman
  • 50 gram kemiri sangrai
  • 3 cm kunyit
  • 1 ukuran jempol lengkuas

Bahan-bahan:

  • 500 gram nasi
  • 50 gram teri medan goreng kering
  • 2 butir telur
  • 1 buah honje (kecombrang, dirajang halus)
  • Minyak kelapa secukupnya

Cara Membuat:

  • Bumbu yang dihaluskan ditumis hingga harum dan menggunakan minyak kelapa.
  • Telur yang telah dikocok dimasukkan ke wajan, dicampur  dengan bumbu yang telah ditumis.
  • Teri medan yang telah digoreng garing dicampurkan dengan bumbu dan telor yang telah ditumis.
  • Nasi dimauskkan dan diaduk hingga bercampur merata.
  • Tambahkan garam secukupnya dan rajangan halus bunga kecombrang.

Tak hanya sate ikan lilit dan nasi goreng bumbu tombur saja yang disajikan pada siang itu. Saya juga mencicipi beberapa menu makanan seperti laksa, ayam panggang, tumis tofu, peyek kacang, cookies cokelat dan air infuse water yang mana semuanya itu menggunakan Andaliman.

Yang paling bikin penasaran sebenarnya saat melihat cookies cokelat dan infuse water yang menggunakan campuran Andaliman. Untuk di cookies cokelat bagi saya rasa andaliman seperti hint yang setelah habis baru merasakan sensasinya.
Kalau meminum infuse water dengan menggunakan lemon, jeruk nipis, daun mint rasanya itu sudah biasa sekali ya. Tapi kali ini didalam infuse water terdapat andalimannya, saya lebih suka jika ini diminum dingin sih. 

Dari hasil icip-icip saya diacara Cita Rasa Andaliman bersama Yayasan Dr, Sjahrir ini membuat saya bangga akan rempah-rempah Indonesia. Karena membuat cita rasa kuliner Indonesia semakin mantap rasanya. Setiap daerah selalu memiliki ciri khasnya sendiri, begitu juga dengan Toba. Selamat mencoba sate ikan lilit dan nasi goreng tombur. Happy reading!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *